Cerpen "Kang Bewok Berlari".
Cerpen-Kang-Bewok-Berlari

Catatan tentang
" Kang Bewok Berlari " sekedar cerpen fiktif belaka.
Hujan berganti mendung, ataupun mendung menjadi hujan memang sudah menjadi kebiasaan alam. Kalau ada manusia tatkala sedang disirami percikan air hujan yang sejuk kemudian menginginkan agar sinar mentari segera menghangatkan tubuhnya, itu juga sudah menjadi kebiasaan manusia.

Musim hujan maupun musim panas, dia tidak pernah membiarkan pakaiannya kotor dengan cara mencucinya. Bukan hanya dia yang melakukan pembersihan baju ataupun celana, baik dimusim dingin, dan bahkan sampai banjir pun, kita akan berusaha menjaga pakaian dari kotoran terlebih najis.

Sebut saja dia dengan "Kang Bewok"

Lelaki yang selalu menjaga kebersihan pakaiannya itu. Walaupun dia mengetahui, dan menyadari bahwa suasana panas tak selamanya panas, dia tetap menjemur pakaiannya yang telah dicuci.

Tepat jam 7 pagi sebelum dia pergi ke sekolah madrasah pondok pesantren apik kaliwungu, dia menjemur pakaian, karena pada waktu itu mentari begitu terlihat sangat cerah. Tiada dia sangka, sekitar jam setengah dua belas ternyata takdir menggulingkan suasana panas menjadi gelap dipenuhi awan hitam yang seolah siap menyuburkan tanah bumi ini.

Pada waktu inilah, hati kang bewok juga terjungkil oleh suasa mendung. Yang tadinya perasaan, pemikiran kang bewok terfokus pada pelajaran, sekarang menjadi terpikirkan dengan nasib pakaiannya.

Sembari dia menanti cepat datangnya waktu pulang, serenta juga hati dia berdoa, " Ya allah, aku mohon turun hujannya nanti kelak aku sudah pulang."
Memang Allah Subhanahu Wataala maha penyayang terhadap mahkluknya.

Hujan belum turun, dan kang bewok pun berlari kencang dari madrasah ke pondok pesantren apik, guna menjadi pahlawan pakaiannya yang menanti pertolongan dari kang bewok.

"Alhamdulillah " puji sukur yang diucapkan kang bewok, karena saat dia berlari untuk mengambil pakaiannya belum juga gerimis, apalagi hujan. Semangat kang bewok berlari tetap memuncak walaupun hujan belum turun, dan rasa bahagiapun menghiasi hatinya.
Dia tetap berlari kencang, karena bisa saja hujan seketika langsung turun, dan membasahi pakaiannya. Dia takut kecewa cuman karena pakaiannya yang basah oleh hujan yang waktu itu sempat membuat hatinya Gundah.

Ooohhhh, ternyata hati kang bewok akhirnya kecewa.
"Memang semua yang kita duga-duga, itu belum tentu menjadi kenyataan. Begitupun dengan kang bewok yang tidak pernah menduga hatinya akan kecewa, tapi kenyataannya tetap kecewa."

Hati dia mulai terperangkap rasa kecewa meskipun hujan belum membasahi pakaianny. Dia begitu sedih, karena tanpa dia duga semua pakaiannya telah jatuh semua ke bawah.

Sungguh kasihan, kang Bewok

".... Mungkin pada waktu itu kang bewok sudah ditakdirkan untuk kecewa, meskipun hujan tidak turun dan pakaiannya tidak basah. Akan tetapi rasa kecewa dia karena semua pakaiannya sudah terlanjur jatuh ke bawah karena terhempas angin yg kencang ."

😜😜☕