Inilah cara mempertahankan pelanggan agar tetap setia laksana merpati yang setia
Pixabay.
Bermacam cara mempertahankan pelanggan agar tetap setia, yang dilakukan oleh para pengusaha, baik itu pengusaha dagang, nasional, dan lain sebagainya. Dengan itu, kita harus mencontoh tips mereka yang mampu mempertahankan pelanggan, bahkan bisa menambah pelanggan baru. Tambahan ( mempertahankan pelanggan lama supaya loyal ).
Berbicara tentang pelanggan setia, jadi teringat dengan pasangan suami isteri yang setia. Tapi, kita tidak akan membahas tentang kesetiaan suami isteri, melainkan tentang kesetiaan antara konsumen dengan pengusaha. Ada beberapa point yang perlu dicermati agar kita sebagai pengusaha mempunyai pelanggan yang setia, dan tidak mudah berpaling. Dan, adanya point tersebut, adalah sebagai berikut ;

1. Jangan Sungkan meminta kritik dan saran kepada pelanggan.

Sebagai pengusaha baik, tentu tidak akan sungkan menerima kritik dan saran. Tapi, yang menjadi permasalahannya adalah terkadang ada beberapa pelanggan yang tidak mau memberikan kritik terhadap kesalahan yang dilakukan oleh pengusaha. Dengan itu, kita sebagai pengusaha harus mempersilahkan atau meminta kritik, dan saran kepada konsumen, agar kita mengetahui apa saja yang dibutuhkan konsumen tersebut.

Yang lebih parahnya lagi, terkadang ada beberapa pengusaha yang ketika ada konsumen memberikan kritik dan saran, tapi tidak didengarkan. Bahkan, tidak jarang juga dari pihak pengusaha marah ketika ada beberapa konsumen memberikan kritik. Pengusaha tersebut beranggapan bahwa konsumen yang memberikan kritik adalah konsumen yang merendahkan usahanya, hingga pengusaha tersebut marah. Padahal, yang harus kita ketahui adalah "Kritikan Pelanggan, adalah alat untuk memperbaiki kekurangan usaha."

Jadi, ketika kita sebagai pengusaha tidak mau diberi kritikan, sama saja kita adalah pengusaha yang membiarkan usahanya penuh dengan kekurangan. Kesimpulannya, kita sebagai pengusaha harus menerima kritikan pelanggan, bahkan kalau perlu, kita meminta kritik, dan saran. Dengan demikian, kita akan mengetahui apa saja kekurangan yang ada di usaha yang sedang dilakoni.

2. Mengetahui apa saja yang dibutuhkan para pelanggan.

Apakah kita adalah pengusaha dagang makanan, pakaian, atau pengusaha internasional, ? Tidak memandang pengusaha yang seperti apa, yang penting bagi kita yang berperan sebagai pengusaha, adalah mengetahui apa yang diharapkan pelanggan, yang dibutuhkan para konsumen. Kalau kita sebagai pengusaha tidak mengetahui apa saja yang diharapkan oleh para pelanggan, bagaimana caranya kita memuaskan pelanggan ?

Asal kita tahu, kepuasan pelanggan adalah salah satu penyebab para pelanggan tersebut tidak mudah berpaling alias tetap setia. Jadi, sebisa mungkin kita harus memuaskan pelanggan. Dalam artian, kita jangan sampai terlalu sering membuat pelanggan kecewa, mengeluh, dan bosan. Tidak bisa saya bayangkan, kalau kita membuat kecewa mereka. Tentu, ketika mereka sudah kecewa dengan usaha yang kita lakukan, mereka akan mudah berpaling.

Ketidak puasan atau kekecewaan para pelanggan ada beberapa sebabnya, dan diantaranya adalah karena kualitas produk, kualitas pelayanan, dan masih banyak lagi. Tapi, mari kita kaji lebih mendalam kaitan dengan kekecewaan pelanggan yang disebabkan oleh kualitas produk, dan kualitas pelayanan. Selama ini, apakah kualitas produk, dan kualitas pelayanan kita kepada mereka sudah mempunyai kualitas baik, ? Atau sebaliknya, apakah kualitas produk, dan pelayanan kita mempunyai kualitas yang rendah, ?

Dari dua pertanyaan di atas, itulah yang menyebabkan para pelanggan tetap setia, atau mudah berpaling kemudian mencari pengusaha lainnnya. Ketika kita sudah mempunyai kualitas produk, dan kualitas pelayanan yang baik, maka bisa menyebabkan mereka tetap setia, karena yang dibutuhkan para pelanggan tidak hanya dalam segi kualitas produk yang baik, melainkan juga memerlukan kualitas pelayanan yang baik pula. Kesimpulannya adalah ; kita harus mengetahui apa yang dibutuhkan pelanggan, dan tingkatkan kualitas produk, pelayanan, karena mereka juga membutuhkan kualitas baik dalam segi pelayanan, dan produk.

3. Saling menguntungkan.

Inilah cara mempertahankan pelanggan agar tetap setia dengan cara saling menguntungkan
Pixabay.
Tentu sudah menjadi keharusan apabila pengusaha mempunyai keinginan memperoleh untung. Hanya pengusaha yang diatas normal, apabila tidak mempunyai harapan mendapat keuntungan dari usahanya. Tapi, yang akan saya tanyakan kepada anda adalah ;
Apakah para konsumen atau pelanggan tidak mempunyai hak mendapatkan untung ?.
Yang menginginkan untung tidak hanya para pengusaha, bahkan pelanggan pun mempunyai harapan agar bisa merasakan untung dari transaksinya dengan para pengusaha. Jadi, kita sebagai pengusaha tidak boleh egois, dan kaku. Kita juga harus memperhatikan pelanggan, perduli dengan perasaan pelanggan.

Bagaimana caranya agar antara pengusaha dan pelanggan sama-sama diuntungkan ? Caranya cukup sederhana, yaitu saling mengerti. Sebagai pengusaha tidak boleh mematok harga terlalu mahal, memberikan kepuasan. Dengan cara seperti itu, maka pelanggan pun akan merasa untung juga. Ingat. Kita sebagai pengusaha tidak boleh kaku, dan egois, kalau ingin usaha tersebut tetap berjalan, bahkan berkembang.

4. Mempunyai tempat yang strategis.

Yang membutuhkan tempat strategis tidak hanya pengusaha dagang makanan. Semua pengusaha seharusnya bisa memilih tempat yang strategis agar usahanya bisa dijangkau banyak orang dengan mudah. Coba bayangkan, seumpama Matahari Mall berada di Desa sepi, tentu yang mengunjungi mall tersebut bisa dihitung dengan hitungan jari secara mudah.

Maka dari itu, kota-kota besar, dan ramai lah yang terdapat mal Matahari, dan itu sekedar contoh tempat strategis untuk pengusaha besar seperti matahari. Bukan hanya pengusaha besar yang harus memiliki tempat yang strategis. Pengusaha dagang juga harus bisa memperoleh tempat strategis. Kita sudah membahas tentang tempat strategis. Tapi, yang menjadi kendala adalah kalau kita tidak mengetahui caranya mendapatkan tempat strategis. Dengan itu, silahkan baca ( tips memilih tempat strategis. Penting..! ).

Kenapa kita harus mempunyai tempat usaha yang strategis, ? Karena, salah satu yang menyebabkan pelanggan setia adalah tempat yang strategis. Tempat strategis untuk usaha pun berbeda-beda. Semisal, kita adalah pengusaha dagang makanan, maka tempat yang strategis adalah tempat yang tidak terlalu ramai, dan tidak terlalu sepi. tapi kalau pengusaha perdagangan dalam bidang teknologi seperti handphone, dan lain sebagainya, tempat yang strategis adalah tempat yang ramai. Kenapa bisa berbeda seperti itu, ? Untuk mengetahui alasannya, anda bisa membacanya tentang alasan memilih tempat strategis, atau bisa baca yang di atas.

5. Memperbaiki, dan memperluas hubungan.

Hubungan baik antara konsumen dan pengusaha tidak hanya ditempat transaksi. Dimanapun tempat mereka bertemu, harus mempunyai hubungan yang baik. Hubungan yang baik bisa direalisasikan dengan saling menyapa, saling menolong, dan ramah lingkungan.

Dengan kita melakukan perihal itu, dampak positif akan kita rasakan, bahkan bisa menetapkan pelanggan agar tetap setia. Bukan hanya itu, ketika kita mempunyai jaringan yang luas, dan ramah lingkungan, tidak menutup kemungkinan mereka akan berdatangan untuk melakukan transaksi dengan usaha kita. Karena, kalau kita hanya ramah lingkungan ketika berada ditempat usaha, dan kalau bertemu di lain tempat, tingkah kita berubah, tentu, mereka yang tadinya sudah menjadi pelanggan setia kita akan berpaling, karena beranggapan kepada kita
Aaahh.. dia berperilaku ramah, sopan, kalau di tempat usahanya. Tapi giliran ketemu di jalan umum, cueknya minta ampun..!
Kalau mereka sudah mempunyai anggapan seperti itu, maka mereka mengira kita adalah orang yang mempunyai muka dua. Kita tahu sendiri, kalau orang yang bermuka dua adalah orang yang banyak membencinya. Kita jangan sampai menjadi orang yang mempunyai muka dua. Tapi, yang saya maksudkan dari bermuka dua adalah orang yang berubah-ubah sikapnya. Kalau di tempat usaha sikapnya baik, tapi giliran ketemu di tempat lain sikapnya berubah menjadi cuek.

6. Jangan remehkan kejujuran karena termasuk tips atau kunci sukses berdagang dan usaha lainnya yang baik dan menguntungkan.

Inilah cara mempertahankan dan memperbanyak pelanggan agar tetap setia dengan cara saling menjaga kejujuran
Pixabay.
Terkadang, kita sangat berat sekali berperilaku jujur dalam waktu tertentu. Seringkali ada waktu dan kesempatan untuk mendorong kita melakukan kebohongan. Tapi, apakah kita rela mengorbankan kejujuran hanya ingin memperoleh untung yang tidak seberapa, ?

Kita jangan sampai berbohong hanya karena ingin mendapat untung dalam segi materi, tapi tidak berpikir kedepannya. Terkadang, ada kebohongan yang dianggap mereka bermanfaat, tapi kenyataannya akan merugikan usaha mereka di masa yang akan datang. Contoh ; semisal ada konsumen yang akan membeli makanan kita, tapi makanan tersebut sebenarnya sudah kadaluarsa. Apakah jawaban anda ketika ditanya seperti ini, "maaf mas, apakah makanan ini masih enak, ?."

Jika anda menjawab "Masih Enak", karena khawatir pelanggan tersebut tidak jadi beli, maka siapakan diri anda kehilangan banyak pelanggan di masa yang akan datang. Tapi sebaliknya, jika anda menjawab "Jangan beli yang itu, karena sudah nggak enak," maka kemungkinan besar pelanggan tersebut tidak jadi membeli, dan merugikan anda dalam waktu yang pendek. Tapi, pelanggan tersebut akan tetap setia kepada anda, karena kejujuran tersebut. Baca juga ( tips sukses berdagang yang baik ).

Tetaplah berperilaku jujur dalam waktu, dan kondisi apapun, karena kejujuran adalah kunci kesuksesan sebuah usaha. Kiranya hanya seperti itu yang dapat saya sampaikan, dan mohon maaf atas semua kekurangan yang ada. Terimakasih, dan semoga bermanfaat untuk kita semua.

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung, dan kiranya kurang keren jika anda tidak berkomentar untuk memberikan kritik, saran, dan lain sebagainya. Tapi jangan masukkan link aktif, karena sudah banyak komentar yang saya hapus sebab menggunakan link aktif.